Pengenalan Tipe Gejala dan Tanda Penyakit yang Disebabkan Oleh Bakteri dan Fitoplasma

Bakteri adalah organisme uniseluler, prokariot dan tidak memiliki klorofil (Aryulina at al. 2006). Bakteri berkebang biak dengan cara membelah diri, pembelahan diri dapat dilakukan setiap satu jam sekali. Berdasarkan cara mendapatkan makanan, bakteri dibedakan menjadi dua, yaitu bakteri Heterotrof (Saprofit dan Parasit) dan Autotrof. Bakteri memiliki berbagai bentuk, yaitu batang, spiral, dan bulat. Beberapa bakteri

Bakteri adalah organisme uniseluler, prokariot dan tidak memiliki klorofil (Aryulina at al. 2006). Bakteri berkebang biak dengan cara membelah diri, pembelahan diri dapat dilakukan setiap satu jam sekali. Berdasarkan cara mendapatkan makanan, bakteri dibedakan menjadi dua, yaitu bakteri Heterotrof (Saprofit dan Parasit) dan Autotrof. Bakteri memiliki berbagai bentuk, yaitu batang, spiral, dan bulat. Beberapa bakteri memberikan keutungan bagi kehidupan manusia, tetapi ada beberapa bakteri yang menyebabkan kerugian baik bagi manusia ataupun pada tanaman. Bakteri dalam dunia pertanian sangat berperan penting dalam beberapa hal, salah satunya adalah sebagai parasit pada tanaman. Bakteri parasit merupakan bakteri yang memperoleh makanan atau nutrisi dari inangnya, bakteri ini juga disebut sebagai patogen penyebab penyakit pada tanaman.

Bakteri patogen tanaman merugikan tanaman dalam hal pengangkutan air, fotosintesa, penyerapan unsur hara, dan proses fiologis lainnya (Tjahjadi, 2012). Bakteri dapat merusak organ tanaman, seperti daun, batang, akar, bunga, dan akar. Gejala serangan dari bakteri sulit dibedakan, pada kondisi terberat baru dapat dibedakan gejala yang timbul disebabkan oleh bakteri. Ada beberapa jenis bakteri yang menyebabkan penyakit pada tanaman, yaitu Pseudomonas, Xanthomonas, Erwina, Agrobacterium, Corynebacterium, Aplanobacter, Clostridium, dan Streptomyces. Selain bakteri yang menjadi patogen tanaman, fitoplasma merupakan organisme penyebab terjadinya penyakit. Fitoplasma merupakan organisme yang tidak memiliki dinding sel, hanya memiliki membran sel.

Hasil pengamatan organ tanaman yang terserang bakteri penyebab penyakit, diperoleh beberapa gejala, tanda penyakit, dan jenis patogen yang menyerang tanaman yaitu :

1.  Kresek / Hawar Daun

Nama Inang            : Padi (Oryza sativa)

Nama Penyakit        : Kresek/Hawar Daun

Nama Patogen         : Xanthomonas oryzae pv.oryzae

Gejala                      :

Gejala yang tampak atau timbul pada tanaman padi yang tersang Xanthomonas oryzae pv.oryzae warna daun padi akan berubah menjadi kuning kemerahan, pada gejala awal terdapat bercak dengan warna daun tampak berubah menjadi hijau keabu-abuan dengan tulang daun agak kekuningan. Xanthomonas oryzae pv.oryzae menyerang tanaman padi pada berbagai fase (vegetatif dan generatif), pada fase generatif serangan ditandai dengan gejala terdapanya bercak berwarna hijau keabu-abuan pada bagian tepi daun yang kemudian meluas (Sudir at al. 2012). Kemudian daun akan mulai mengkeripun dan akhirnya daun layu. Gejala pada fase generatif pada bagian daun akan terdapat bercak di bagian kedua tepi daun berwarna hijau keabu-abuan, kemudian bercak meluas menjadi hawar menuju pucuk dan pangkal daun, daun akan menggulung, kemudian daun akan mengering berubah warna menjadi hijau keputihan. Ciri khas gejala dari penyakit ini adalah ditandai dengan menggulungnya helaian daun, warna daun berubah menjadi hijau keabu-abuan atau hijau pucat (Sudir at al. 2012).

Penyebab timbulnya penyakit hawar/kresek pada daun padi dikarenakan beberapa hal, yaitu kondisi lingkungan yang sesuai (suhu dan kelembaban), teknik budidaya dimana jarak tanam yang terlalu rapat membuat iklim mikro pada lokasi tanam sesuai, dan ketahanan dari jenis tanaman yang ditanam. Sudir at al (2012) dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa serangan Xanthomonas oryza pv.oryza dapat menyebabkan gabah menjadi hampa ketika serangan pada saat pembungaan atau pengisian bulir padi.

2.      Layu Pembuluh Bakteri

Nama Inang            : Cabai (Capsicum annuum L.)

Nama Penyakit        : Layu Pembuluh Bakteri

Nama Patogen         : Ralstonia solanacearum

Gejala                      :

Tanaman cabai yang terserang patogen Ralstonia solanacearum terlihat tanaman menjadi layu, layunya tanaman dimulai pada bagian pucuk tanaman dan menjalar keseluruh bagian tanaman terutama pada daun muda. Sedangkan daun tua akan menguning dan akan rontok (Sastrahidayat 1990 dalam Palupi 2015). Ningtyas at al (2015) mengungkapkan dalam hasil penelitiannya bahwa Ralstonia solanacearum tanaman yang layu akibat serangan ini akan mengalami gejala kekerdilan pada tanaman. Patogen Ralstonia solanacearum menyerang tanaman dengan menggangu fisiologi pembuluh tanaman untuk mengangkut dan memenuhi kebutuhan air pada tanaman, serangan melalui bagian akar tanaman dan menyebar ke sistem pembuluh tanaman (Palupi at al. 2015). Ralstonia solanacearum merupakan patogen dengan kisaran inang yang cukup luas.

3.      Puru Batang Jeruk (Gall/Crown Gall)

Nama Inang            : Jeruk (Citrus sp.)

Nama Penyakit        : Puru (Gall/Crown Gall)

Nama Patogen         : Agrobacterium tumefaciens

Gejala                      :

Gejala yang timbul pada tanaman jeruk yang terserang patogen Agrobacterium tumefaciens pada bagian beraku seperti batang terjadi pembekakan. Bentuk pembekakan lonjong, bulat dan keras, sehingga bentuk permukaan pada batang tidak berarturan. Ukuran pembekakan bervariasi pada batang. Penyakit ini termasuk dalam tipe gejala Hiperplasia, dimana pertumbuhan sel yang berlebih yang menyebabkan abnormalnya organ tanaman yang dirangsang oleh bakteri. 

4.      Sapu Kaktus (Cactus Witches Broom)

Nama Inang            : Kaktus (Opuntia sp.)

Nama Penyakit        : Sapu

Nama Patogen         : Fitoplasma

Gejala                      :

Tanaman kaktus yang terserang Fitoplasma menilbulkan gejala perubahan warna pada batang kaktus, batang berwarna mosaik putih kemerahan. Ukuran batang menjadi lebih kecil, dan banyaknya tumbuh tunas berwarna kemerahan dan berukuran kecil. Batang bentuknya lebih pipih. Penyakit ini menyebabkan tanaman kecil, dikarenakan ukuran batang dan tunas lebih kecil dari tanaman normal.

5.      Sapu Kacang Tanah (Peanut Witches Broom)

Nama Inang            : Kacang Tanah

Nama Penyakit        : Sapu

Nama Patogen         : Fitoplasma

Gejala                      :

Tanaman yang sakit ditandai dengan ukuran daun kecil, jumlah daun banyak. Gejalah yang timbulnya ditandai dengan pertumbuhan tunas pada ketiak berkembang, pertumbuhan tanaman menjadi ke atas dan tidak kesamping. Pada bagian sel-sel floem tanaman sakit mengalami degradasi dan susunannya tidak teratur, selain itu juga menyebabkan gangguan dalam fisiologis hormon tanaman (Semangun, 2006).

6.      Busuk Lunak Kubis

Nama Inang            : Kubis (Brassica oleracea)

Nama Penyakit        : Busuk Lunak

Nama Patogen         : Erwina cartovora pv.cartovora

Gejala                      :

Busuk lunak pada kubis ditandai dengan gejala adanya bercak pada kubis yang berair yang kemudian membesar dan berwarna coklat. Becak membesar dan mengendap (melekuk), bentuknya tidak teratur, berwarna coklat tua kehitaman. Jika kelembaban tinggi jaringan yang sakit tampak kebasahan, berwarna krem atau kecoklatan, dan tampak agak berbutir-butir halus. Di sekitar bagian yang sakit terjadi pembentukan pigmen coklat tua atau hitam.

LITERATUR

Aryulina, D., Muslim, C., Manaf, S., &Winarni, E. W. 2006. Biologi SMA dan MA untuk Kelas XII. Jakarta: ESIS.

Ningtyas, Dina, Ayu, Nur, Basuki, dan Respartijarti. 2015. Seleksi Sifat Ketahanan Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.) pada Populasi F2 Terhadap Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum). Jurnal Produksi Tanaman, Vo.3 No. 8. hlm. 632 – 639.

Palupi, Hendra, Izmi, Yuliana, dan Respartijarti. 2015. Uji Ketahanan 14 Galur Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Terhadap Penyakit Antraknosa (Colletotrichum spp) dan Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum). Jurnal Produksi Tanaman, Vo.3 No. 8. hlm. 640 – 648.

Semangun, H. 2006. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gadjah Mada Pers. Yogyakarta.

Sudir, B. Nuryanto, dan Trin, S. Kadir. 2012. Epidomologi, Patotipe, dan Sterategi Pengendalian Haawar Daun Bakteri pada Tanaman Padi. IPTEK Tanaman Pangan. Vol.7 No.2.

Tjahjadi, Nur. 2012. Haman dan Penyakit Tanaman. KANISIUS. Yogyakarta. 150 halaman.

admin
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos